Minggu, 25 November 2012

Pendidikan Pratama LMN Malang Raya : Bagian Pertama


"Bagian terbaik dari Pendidikan Pratama LMN Malang Raya adalah menonton video `Aku Peduli`, menumbuhkan rasa optimistis, menumbuhkan rasa peduli yang dulu pernah hilang untuk Indonesia"                           

Sebuah pergerakan harus diawali dengan sebuah pembekalan, itulah yang dilakukan Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Malang Raya pada hari Sabtu dan Minggu (23-24 November 2012) bertempat di Kota Wisata Batu, Jawa Timur.


Pendidikan pratama pertama kader LMN se-Malang raya diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Universitas Brawijaya, Kampus Asia, Unisma, UIN, dan STIKES Maharani. Kesuksesan acara tidak terlepas dari partisipasi peserta yang antusias dan semangat mengikuti materi-materi yang diberikan sebagai pengetahuan dasar ciri khas pergerakan dalam merestorasi bangsa dan negara ini. Secara singkat acara di mulai pada pukul 15.00 yang dibuka dengan sambutan ketua panitia Dedi Zulkarnain Pratama, lalu dilanjutkan dengan perkenalan para peserta sebagai bentuk keakraban diantara kader yang satu dengan yang lainnya. pemaparan materi Gerakan Pengantar Restorasi Indonesia (GPRI) oleh Gilang Firdaus yang menjabat sebagai Fasilitator LMN Malang.



Para kader memperkenalkan dirinya masing-masing

Sambutan Ketua Panitia Pendidikan Pratama LMN Malang Raya Dedi Zulkarnain Pratama

Pemaparan Materi

Materi tentang gerakan restorasi menjadi penting karena para kader pendidikan pratama diharapkan dapat mengeri apa yang dimaksud dengan restorasi sebagai gerakan utama dari Partai Nasional Demokrat dalam mengubah paradigma Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali menjadi jati diri bangsa dan asas-asas yang diusung Pancasila sebagai falsafah bernegara. Beberapa hal yang penting adalah diajaknya peserta memahami tentang perbedaan gerakan revolusi, reformasi dan restorasi, serta mendalami karakteristik dari gerakan restorasi yang diusung oleh Partai Nasdem. Dengan demikian para kader yang telah mengikuti pelatihan pratama ini dapat memberikan pengarahan kepada masyarakat luas, khususnya tentang gerakan perubahan yang ditawarkan. 

Hal tersebut juga membentuk dasar yang kuat bagi kader LMN dalam memperdebatkan filosofi gerakan LMN dengan organisasi lain yang serupa. Restorasi dalam pengertian yang ingin diberikan oleh kader LMN adalah mengembalikan nilai-nilai Pancasila, serta tujuan negara yang berdinamis dengan lingkungan yang ada. Dalam hal selanjutnya restorasi memberikan konotasi konservatis, tapi dengan hal-hal yang mendasar untuk dirubah maka konservatisme juga perlu dilakukan, misal dengan mengembalikan nilai gotong royong masyarakat Indonesia yang semakin hilang ditelan individualisme barat.

Pemaparan materi GPRI oleh Gilang Firdaus Fasilitator LMN Malang Raya

Para peserta dengan khidmat mendengarkan materi yang diberikan

Selain materi GPRI, para peserta juga mendapat materi tentang struktur dan kepengurusan Liga Mahasiswa Nasdem dari tingkat pusat hingga komisariat paling bawah. Materi ini diberikan agar para kader mengetahui struktur yang jelas dan proses organisasi yang terarah. Materi ini diberikan oleh Yudistira selaku fasilitator LMN Malang Raya. Dalam pengertian yang selanjutnya bahwa LMN adalah sebagai gerakan mandiri yang berasaskan Bottom up, dimana kekuatan LMN berada di tangan komisariat terkecil yang menjalankan program-program mandiri yang mendapat pengawasan garis koordinasi terstruktur dari pusat. Oleh karena itu, LMN harus berdaya guna secara berdikari dan independen dengan kemampuan masing-masing komisariat dalam menjalankan program yang dapat mewakili bidang keilmuannya masing-masing.

Paradigma LMN sebagai tulang punggung Partai NasDem membuat banyak pihak berpikir sumber pendanaan komisariat terkecil, misalnya saja tingkat fakultas, bukan hanya sekedar berasal dari partai. Tapi itu semua berbanding terbalik dengan fungsi kontrol dari LMN itu sendiri, yaitu sebagai pengawas partai secara internal. Dalam pembiayaannya sendiri LMN Malang Raya khususnya, berusaha memenuhi keuangan dengan iuran para anggota maupun kader agar mengurangi ketergantungan terhadap partai dan juga membentuk independensi yang kredibel sebagai sebuah gerakan setingkat mahasiswa.

suasana penjelasan struktur dan Fungsi LMN oleh Yudistira
Materi terakhir yang tak kalah pentingnya adalah tentang Leadership atau kepempimpinan. Materi ini dibawakan oleh Dedi Zulkarnain selaku ketua Divisi politik Kampus komisariat Universitas Brawijaya. Materi ini mengajarkan kepada para kader dan peserta dalam menjadi pemimpin baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang banyak. Antusiasme peserta ditunjukkan dengan partisipasi memberikan pendapat mengenai pemimpin yang ideal, khususnya untuk memimpin Indonesia di kemudian hari. beberapa pelajaran penting yang didapat dari materi Leadership ini adalah bagaimana memanajemen anggota demi melakukan tujuan yang dicita-citakan bersama. 

Dan yang lebih penting lagi, seorang pemimpin adalah orang yang jauh dari kata nyaman dan aman, dia berani bertarung, berkorban dalam kehidupan sosial yang semain carut marut, benar apa yang disampaikan oleh pemateri melalui kutipan "A ship in port is safe, but that`s not what ships are built for"

Suasana pemutaran video motivasi berjudul "Aku Peduli"
Akhir pemaparan materi tentang kepempimpinan diakhiri dengan pemutaran video motivasi yang berjudul "Aku Peduli" yang bertujuan menumbuhkan rasa peduli dan rasa nasionalisme dalam jiwa peserta secara lebih mendalam, bahwa rasa optimisme selalu akan muncul bagi Indonesia, mungkin bukan sekarang, tapi mungkin nanti karena itu adalah keniscayaan. Oleh karena itu marilah kita bergerak dengan semangat pemuda LMN Malang Raya sebagai harapan bangsa.

"Tunaikan tugas suci, tuntaskan Restorasi"


0 komentar:

Posting Komentar